Senin, 04 April 2011

genep

Mini story 1

Menunggumu, ditrotoar jalan itu

Rasanya menunggunya seperti seabad, sudah pegal betis ini dibuatnya, orang yang berjanji akan menjemputnya sudah telat satu jam dari waktu yang ditentukan.

Asap dan debu dengan asyiknya berterbangan mengelilingi tubuhnya, mengincar masuk kedalam rongga pernapasannya, jika saja ia tidak segera menutup mulut dan hidung dengan saputangan, niscaya asap dan debu itu mungkin lebih riang lagi menari-nari didalam tubuhnya.

'coba tadi janjiannya di mal saja, tidak akan seerti ini nih' bathinnya menggerutu, ya memang jika dia menunggu orang itu di mal, setidaknya ia bisa cuci mata, keliling dari satu toko ke toko lainnya, damai dengan dinginnya penyejuk ruangan, tidak harus kepanasan serta bergelut dengan debu seperti sekarang ini.

Seorang tukang es cincau lewat didepannya, teng...teng...teng....
"Cincau mba?" sang penjual menawarkan dagangannya
"Tidak pak!' jawabnya, mencoba sambil tersenyum dibalik saputangan yang masih melekat dimulutnya

"Rujak mba?" seorang penjual yang juga lewat menawarkan dagangannya
Dia hanya menjawab dengan lambaian tangan, berarti tidak

'Ya ampun, lama sekali orang ini' bathinnya kembali mengeluh
Dia melihat jam tangannya, 1 jam 15 menit sudah berlalu dari waktu yang dijanjikan
Dia menganbil handphonenya, memencet tombol yes, meredial nomor terakhir yang dituju
kriing.....kring.....kring....sampai terdengar bunyi tut..tut...tut.....
Tak ada jawaban

'Kamu ada dimana sih?' Dia bertanya dalam hati, sambil mencari-cari tempat yang kira-kira lebih teduh dari pohon yang awalnya dia berdiri, waktu telah bergulir, bayangan pohon itu kini menjadi milik sang batang

sementara disimpang jalan 500 meter dari tempatnya sang gadis berdiri,
seorang lelaki, dengan jaket dan tas punggung, bermandi peluh
mendorong motornya, mencari tukang tambal ban, yang biasanya mangkal di pinggir jalan
Dua tangannya sibuk mendorong stang motor besarnya, tak lagi mendengar suara hapenya terus menerus berbunyi....karena dikepalanya masih bercokol helm serta sepanjang jalan,
kendaraan riuh sekali......

Dua jam, hingga akhirnya, sang lelaki berhasil mendapatkan tukang tambal ban
Membereskan masalah ban motornya yang bocor
Bersiap-siap menuju tempat ia berjanji dengan seorang gadis
dan terkesiap, saat sadar di hapenya telah terekam 10 panggilan tak terjawab dari nomor sang gadis
Lelaki itupun segera memencet tombol yes, mencoba menghubungi kembali nomor tersebut

Sementara, sang gadis tengah berdiri, diantara penumpang lain, didalam metromini
Mengeset hapenya dalam posisi sunyi
dan enggan mengangkat telpon, meski ia tahu dari getaran yang ia rasakan
Penumpang metromini ini terlalu padat, sulit baginya untuk bergerak

Sudahlah......pikirnya. toh nanti bisa di telpon balik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar